//
you're reading...
Ibadah

Tuntunan Penyelenggaraan Jenazah

Bilamana seorang dari kamu sakit, maka hendaklah sabar(1) dan hendaklah ia kamu jenguk(2). Dan bila ia hampir sampai kepada ajalnya, maka hendaklah ia bersangka baik kepada Allah(3) dan berwasiatlah kalau ia meninggalkan barang 86 milik(4). Hendaklah ia kamu talqinkan (tuntun baca) orang yang akan meninggala “LAA ILAAHA ILLA LLAH”(5) dan hadapkan ia ke arah qiblat(6). Kemudian bilamana ia meninggal, maka pejamkanlah matanya(7) dan doakanlah baginya(8)serta selubungilah ia dengan kain yang baik(9). Kemudian lunasilah hutangnya dengan segera, kalau ia berhutang(10). Lalu segeralah pemeliharaannya(11) dan kabarkanlah kepada kerabat dan teman-temannya kaum muslimin(12).

CARA MEMANDIKAN MAYAT

Kalau kamu hendak memandikan mayat maka mulailah dari anggota kanannya serta anggota wudlu(13) dan mandikanlah dengan bilangan gasal, tiga atau lima kali atau lebih dari itu, dengan air dan daun bidara, serta pada kali yang terakhir

taruhlah kapur barus meskipun sedikit, dan jalinlah rambut mayat perempuan tiga pintal(14), lalu keringkanlah dengan handuk misalnya(15). Hendaklah mayat priadimandikan oleh orang pria, dan dibenarkan bagi salah seorang dari suami-istrimemandikan lainnya(16). Dan tutupilah kalau ada cela tubuhnya(17).

CARA MENGAFAN MAYAT

Kafan-(bungkus)-lah mayat itu dengan baik-baik(18) dalam kain putih(19) yang

menutup seluruh tubuhnya(20). Dan bila kamu hendak mengukupnya, maka ukuplah ia tiga kali(21), lulutlah ia dengan bau-bauan yang harum (cendana),kecuali mayat yang sedang berihram, maka janganlah kamu tudungi kepalanya, jangan kamu lulut badannya dan jangan pula kamu kenakan harum-haruman(22).Kafanilah mayat pria dalam tiga helai kain(23) dan mayat wanita dengan kain basahan, baju kurung, kudung-selubung lalu kain(24). Jangan berlebih-lebihandalam hal kafan(25).

CARA MENSHALATKAN MAYAT

Sesudah sempurna dimandikan dan dikafan, maka sembahyangkanlah mayat itu dengan syarat-syarat shalat(26) dengan niyat yang ikhlas karena Allah(27) dan takbir-lah lalu bacalah Fatihah dan shalawat atas Nabi saw lalu takbir, lalu berdo’alah dengan ikhlas bagi mayat, maka takbirlah dengan berdo’a, lalu takbirlah kemudian do’a dengan mengangkat tangan pada tiap kali takbir. Do’a itu umpamanya: Allahummaghfirlahu- warhamhu- wa’a- fi-hi wa’fu ‘anhu, wa akrim

nuzulahu- wa wassi’ madkhalahu- waghsilhu bima-in wa tsaljin, wa naqqihiminal

khatha-ya- kama- yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas, wa abdilhu daran khairan min da-rihi- wa ahlan khairan min ahlihi- wa zaujan khairan min zaujihi- wa qihi- fitnatal qabri wa’adza-bah. Atau: Alla-hummaghfir lihayyinawa mayyitina- wa sya-hidina- wa gha-ibina- wa shaghi-rina- wa kabi-rina wa dzakarina- wa untsa-na- Alla-humma man ahyaitahu- minna- fa ahyihi- ‘alal Islam, wa man tawaffaitahu- minna- fa tawaffahu- ‘alal i-ma-n. Atau lain-lain do’a yang berasal dari Nabi saw. Dan do’a bagi anak-anak: Alla-hummaj ‘alhu lanasalafan wa farathan wa ajran. Lalu bersalamlah seperti salam shalat(28).

Dan bolehlah kita menshalatkannya di dalam masjid (29). Shalatkan ia, berjama’ah tiga baris (30). Dan hendaklah imam berdiri pada arah kepala mayat

pria dan arah tengah(lambung) mayat wanita(31). Janganlah menshalatkan pada waktu terbit matahari kecuali sesudah naik, pada waktu tengah-tengah hari dan pada waktu hampir terbenam matahari kecuali sesudah terbenam (32).

CARA MENGUBUR MAYAT

Sesudah dishalatkan, bawalah janazah itu ke pekuburan dengan cepatcepat (33) dan iringilah ia dengan berjalan di sekelilingnya, dekat padanya, dengan diam(34). Dan janganlah orang wanita pergi mengiringinya (35). Dan janganlah kamu duduk sehingga janazah itu diletakkan(36). Dan apabila kamu melihat janazah, meskipun janazah Yahudi, maka berdirilah sehingga melalui kamu atau diletakkan (37). Dan kuburlah mayat itu dalam lubang yang baik dan dalam (38). Buatlah baginya galian lahat serta pasanglah di atasnya batu-bata mentah(39) dalam kuburan kaum muslimin(40). Masukanlah mayat itu dari arah kaki kubur(41) dan bacalah ketika meletakkannya dalam kubur: “Bismilla-hi wa ‘ala- millati Rasulilla-h”(42). Serta tutuplah atas kubur mayat wanita waktu dikuburnya(43), dan turunlah ke dalam kuburnya orang yang tak bersetubuh pada tadi malamnya (44).Dan letakkanlah mayat itu menghadap qiblat (45).Janganlah kamu menguburkan mayat pada waktu matahari terbit kecuali sesudah naik, pada waktu tengah-tengah hari(matahari di arah atas kepala) dan pada waktu hampir terbenam kecuali sesudah terbenam(46), serta janganlah meninggikan kubur lebih dari sejengkal (47) serta janganlah kamu buat tembok di atasnya(48) tetapi buatlah tanda di atasnya dengan batu umpanyanya, pada arah kepalanya (49). Dan taburilah dengan tanah dari arah kepala tiga kali (50). Dan kalau kamu tiba di kuburan sedang kubur belum selesai digali maka duduklah menghadap qiblat (51). Dudukmu jangan di atas kuburan (52) dan janganlah kamu berjalan di antara kuburan dengan alas kaki (53). Bila sudah selesai menguburkan maka do’akanlah, mintakan ampun dan ketetapan hati bagi mayat (54).

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: