//
you're reading...
AIK IV

Tayammum

Dan jika kamu berhalangan menggunakan air atau sakit atau khawatir mendapat madlarat (46), atau kamu di dalam bepergian, kemudian tidak mendapat air, maka tayammumlah dengan debu yang baik, untuk mengganti wudlu dan mandi (47), maka letakkanlah kedua tanganmu ke tanah kemudian tiuplah keduanya (48) dengan ikhlas niatmu karena Allah (49) dan bacalah :Bismillahirrahmanirrahim (50) kemudian usaplah kedua tanganmu pada mukamu dan kedua telapaktanganmu (51). Dan apabila kamu dapat menggunakan air maka bersucilah dengan air itu (52).

Alasan Dalil:

46 ) لِحَدِيْثِ عَمْرُو بْنِ العَاصِ اَنَّهُ لَمَّا بُعِثَ فِى غَزْوَةِ ذَاتِ السَّلاَسِلِ )
قَالَ: اِحْتَلَمْتُ فِى لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ شَدِيْدَةِ البَرْدِ فَاَشْفَقْتُ اِنِ اغْتَسَلْتُ اَنْ اَهْلَكَ
فَتَيَمَّمْتُ ثُمَّ صَلَّيْتُ بِاَصْحَابِى صَلاَةَ الصُّبْحِ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَآَرُوا ذَالِكَ لَهُ. فَقَالَ: يَاعَمْرُو! صَلَّيْتَ بِاَصْحَابِكَ
وَاَنْتَ جُنُبٌ؟ فَقُلْتُ: ذَآَرْتُ قَولَ الله تَعَالَى وَلاَ تَقْتُلُوا اَنْفُسَكُمْ اِنَّ اللهَ آَانَ
55
بِكُمْ رَحِيْمًا فَتَيَمَّمْتُ ثُمَّ صَّلَّيتُ فَضَحِكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ
يَقُلْ شَيئًا. رَوَاهُ اَحْمَدُ وَاَبَو دَاوُدَ وَالدَّارُ قَطْنِى.
(36) Menurut hadits ‘Amr bin Ash bahwa sesungguhnya ia diutus ke medan perang Dza-tussalasil, ia berkata: “Aku mimpi (mengeluarkan air mani) pada suatu malam yang amat dingin, maka aku takut jika aku mandi akan berbahaya, lalu aku tayammum; kemudian aku shalat Shubuh bersama shahabat-shahabatku. Tatkala kami datang pada Nabi s.a.w. mereka menceritakan hal itu, kepadanya; maka beliau bersabda padanya: “Hai ‘Amr, engkau shalat
bersama sahahabat-sahabatmu sedang engkau junub?” Maka aku menyahut: “Saya ingat akan firman Tuhan Allah s.w.t.: dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah itu maha belas kasih kepadamu, maka aku bertayammum dan lalu shalat”. Maka tertawalah Rasulullah s.a.w., dan tidak bersabda apa-apa (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Daruqutni)
47 ) لِلاَيَةِ السَّابِقَةِ فِى المُقَدِّمَةِ (فَلَمْ تَجِدُا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيْدًا طَيِّبًا). )
وَلِحَدِيْثِ جَابِرٍ قَالَ: خَرَجْنَا فِى سَفَرٍ فَاَصَابَ رَجُلاً مِنَّا حَجَرٌ فَشَجَّهُ فِى
رَأْسِهِ ثُّمَّ احْتَلَمَ فَسَاَلَ اَصْحَابَهُ: هَلْ تَجِدُوْنَ لِى رُخْصَةً فِى التَّيَمُّمِ ؟ فَقَلُوْا:
مَ نَجِدُ لَكَ رُخْصَةً وَاَنْتَ تَقْدِرُ عَلَى المَاءِ. فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ. فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى
رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اُخْبِرَ بِذَالِكَ فَقَالَ: قَتَلُوهُ قَتَلُهُمُ اللهُ اَلاَ سَاَلُوا
اِذَا لَمْ يَعْلَمُوا؟ فَاِنَّّمَا شِفَاءُ العَيِّ السُّؤَالُ. اِنَّمَا آَانَ يَكْفِيْهِ اَنْ يَتَيَمَّمَ. رَوَاهُ اَبُو
دَاوُدَ وَالدَّارُ القُطْنِى.
(37) Menurut ayat tersebut dalam pendahuluan: (sedang kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah kamu dengan debu yang suci). Dan menurut hadits Jabir ia berkata: “Kami sedang dalam bepergian (musafir) lalu seorang dari kami terkena batu sehingga melukai kepalanya; kemudian ia bermimpi (mengeluarkan air mani), maka ia bertanya kepada teman-temannya: Apakah kamu berpendapat bahwa aku mendapat kemudahan bertayammum?. Dijawab oleh mereka: “Kami tidak berpendapat bahwa kamu mendapat kemudahan, sedang kamu kuasa memakai air”. Maka mandilah ia lalu meninggal dunia. Tatkala kami datang kepada Nabi s.a.w., kami khabarkan yang demikian itu, maka Nabi s.a.w. bersabda: ”mereka membunuh dia, mereka dikutuk oleh Allah”. Mengapa mereka tidak bertanya sedang mereka tidak mengerti? Obat  56untuk kebodohan adalah bertanya. Sesungguhnya cukup baginya bertayammum”.
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daraquthni).
48 ) لِحَدِيْثِ عَمَّارٍ قَالَ: اَجْنَبْتُ فَلَمْ اُصِبِ المَاءَ فَتَمَعَّكْتُ فِى الصَّعِيْدِ )
وَصَلَّيْتُ فَذَآَرْتُ ذَالِكَ لِلنَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنَّمَا آَانَ يَكْفِيْكَ
هَكَذَا: وَضَرَبَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَفَّيْهِ الْاَرْضَ وَنَفَخَ فِيْهِمَا ثُمَّ
مَسَحَ وَجْهَهُ وَآَفَّيْهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
(48) Menurut hadits ‘Ammar r.a. berkata: “Aku Pernah berjanabat dan tidak mendapatkan air, kemudian aku berguling-guling di tanah dan shalat. Maka aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi s.a.w., lalu beliau bersabda: “Sesungguhn-ya cukup bagimu begini : lalu beliau meletakkan kedua tangannya di tanah dan meniupnya, kemudian mengusap muka dan kedua telapak tangannya”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
49 ) لِعُمُومِ حَدِيثِ اِنَّمَا الاَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ. )
(49) Karena keumuman hadits: Sesungguhya semua pekerjaan itu dengan niyat
50 ) لِحَدِيْثِ آُلُّ اَمْرٍ ذِى بَالٍ. )
(50) Karena menurut hadits: Segala perkara yang berguna…….yang tercantum pada nomor 1.
51 ) لِحَدِيْثِ عَمَّارٍآنِفًا (ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ). )
(51) Menurut hadits ‘Ammar tersebut nomor 48: kemudian mengusap mukanya.
52 ) لِمَفْهُومِ الاَيَةِ السَّابِقَةِ (فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً). )
(52) Karena mengingat arti ayat yang tersebut di dalam pendahuluan: sedang kamu tidak mendapat air.

Sumber : Himpunan Putusan Tarjih , PP Muhammadiyah”

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: