//
you're reading...
Artikel

RIYA’

Riya’ merupakan mashdar dari raa-a yuraa-i yang maknanya adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji. Termasuk ke dalam riya’ juga yaitu sum’ah, yakni agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan lalu kitapun dipuji dan tenar.

Menurut Kamus Al-Qur’an ri’a berarti mau dipuji, (Pesantren Nurul Al-qur’an).  Ri’a dapat juga diartikan mau lihat atau mendapatkan prestise dari orang lain selain Allah swt. Atau di dalam melakukan suatu ibadah mereka mempunyai niat selain Allah swt.

Ri’a ini dapat menyebabkan sesorang terjebak di dalam kemusyrikan, sebagaimana Sabda Rasululah saw, bahwa “ Ri’a itu adalah musyrik kecil. Orang  riya’ ini ingin mendapatkan pujian dari sesame manusia, sementara menurut Allah di dalam AL-qur’an bahwa segala puji milik Allah swt, sebagaimana di dalam surah AL-fatiha  ayat 1

“ Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,”

Orang yang melakukan suatu amalan lalu ia ingin dipuji oleh sesama manusia berarti ia ingin mengambil haknya Allah swt. Dimana dikatakan bahwa segala puji milik Allah swt.  Orang yang ingin mengambil haknya Allah berarti ia sudah mensejajarkan dirinya dengan Allah, itu berarti ia sudah melantik dirinya menjadi tandingan-tandingan Allah , padahal Allah melarang kita membuat tandingan-tandingan bagi Allah sebagai mana firman Allah swt.  Dalam surah  Al-Baqarah :22

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Riya’ ini termasuk syirik ashgar namun terkadang bisa juga sampai pada derajat syirik akbar. Al-Imam Ibnul Qayyim berkata ketika memberikan perumpamaan untuk syirik ashgar: “Syirik ashgar itu seumpama riya’ yang ringan.” Perkataan beliau ini mengindikasikan bahwa ada riya’ yang berat yang bisa sampai pada derajat syirik akbar, Riya’ dan semua derivatnya itu merupakan akhlaq yang tercela dan merupakan sifat orang-orang munafiq. Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang munafik menipu Allah  dan Allah membalas tipuan mereka dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142)

Riya’ ini merusak amal yang kita kerjakan, karena apa yang kita lakukan tergantung kepada untuk apa niat kita, sebagaimana sabda Rasul bahwa :

“Dari Amirul mu’minin Umar bin Al-Khotthob rodiallahu’anhu, ia berkata,
“Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya
amalan-amalan itu berdasarkan niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa
yang ia niatkan, maka barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya
maka hijrahnya adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang
hijrahnya karena untuk menggapai dunia atau wanita yang hendak dinikahinya
maka hijrahnya kepada apa yang hijrahi”. (HR. Al-Bukhari: 1).

Orang yang melakukan  amalan lalu riya’ tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah swt, yang mereka peroleh adalah sesuai dengan yang ia niatkan . oleh karena itu tidak boleh tidak, kalau kita ingin mendapatkan pahala di sisi Allah maka kita harus mengihlaskan niat kita semata-mata kepada Allah saja. Sebagai mana firman Allah swt dalam Al-qur’an :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah:5)

Definisi ikhlas menurut etimologi (menurut peletakan bahasa) sedangakan Ikhlas menurut bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan  hal-hal yang bisa mencampurinya.

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: