//
you're reading...
Artikel

MERENUNGI DIRI SEBELUM MAUT DATANG

Allah subhana wataalah mengeluarkan kita dari perut seorang ibu dalam keadaan tidak tahu apa-apa, kita hanya menjalani apa yang menjadi sunnah Allah , sesudah mengalami  proses, kita keluar tanpa perjuangan kita, hal inilah disebutkan oleh Allah dalam AL-qur’an, Surah An-Nahl:78

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Ketika seorang bayi keluar dari perut ibunya, tidak ada yang membawa dosa, semuanya suci, sekalipun mungkin ia lahir dari hasil perselingkuhan atau perzinahan, Sabda Nabi Muhammad Saw “ “Setiap anak yang lahir dalam keadaan suci”

Apalagi  dalam agama kita tidak ada dosa turunan siapa yang melakukan dosa maka ia sendiri yang menanggungnya, bukan orang lain. Inilah yang disampaikan oleh Allah dalam AL-qur’an surah Al-Baqarah :134

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Kesucian yang di bawah dari lahir ini rupanya semakin hari semakin sirna, berganti dengan dosa yang mungkin tidak dapat lagi dihitung, dan rupanya tidak ada manusia atau anak cucu Adam yang terbebas dari dosa dan inilah disampaikan oleh Rasululah SAW, dalam Hadits bahwa :

“Setiap anak cucu Adam pasti ada dosanya”

Bahkan dosa yang kita lakukan selaku manusia mungkin sudah tidak dapat dihitung, sudah berapa banyak kita melakukan kesalahan atau dosa, bahkan mungkin kesalahan iblis jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kesalahan manusia, hanya karena ia tidak mau mengikuti perintah Allah untuk sujud ke pada Adam As, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah :34

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Inilah pembankangan Iblis kepada Allah lalu ia dicap sebagai makhluk yang kafi, coba bandingkan dengan kesalahan yang kita lakukan sudah berapa banyak, masihkah kita berani menepuk dada bahwa kita ini masih Islam, masih beriman? OLeh karena itu sepatutnya meman kalau kita merenungi diri tentang apa yang telah kita kerjakan pada masa-masa yang lalu, menapaktilasi kembali perjalanan hidup kita, kemudian kita coba membandingkan antara ketaatan kita kepada Allah dengan pelanggaran yang kita lakukan, jangan sampai masih lebih banyak pelanggaran dari pada ketaatan atau jangan sampai masih  lebih banyak dosa dibanding dengan pahala yang kita kerjakan, inilah yang diungkapkan Allah dalam Al-qur’an , surah Al-Hasyr :18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah memberi tahu kita bahwa ada kampung kekal yang akan kita tuju, itulah kampung akhirat dimana kita akan menikmati apa yang telah kita perbuat ketika kita hidup di dunia.  Bagi orang-orang yang mempersiapkan bekalnya maka beruntunglah ia, dan dipenuhi dengan kegembiraan sebgaimana firman ALLah dalam surah AL-baqarah : 62

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Sebaliknya ada orang yang sangat menyesal, disebabkan amal buruknya yang ia kerjakan, bahkan tidak memiliki bekal yang ia siapkan untuk masa yang akan dating, jangankan  diakhirat bahkan ketika menjelang akhir hayatnya ia sudah menyesal dan memohon kepada Allah agar kiranya ia diberi kesempatan untuk hidup beberapa detik saja untuk menebus kealfaan selama ini yaitu ia ingin memperbanyak amal sedeqahnya dan ia ingin menjadi orang yang shaleh.  Firman Allah dalam surah Al-Munafiqun : 10

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: