//
you're reading...
KEBUTUHAN GURU

METODE-METODE SAMPLING

Sampling adalah sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi. Dalam sampling kita hadapi tiga soal yaitu : (1) defenisi populasi, yaitu siapakah termasuk populasi (2) besar sampel (3) hingga manakah sampel itu representative artinya mewakili populasi.

Macam-macam Sampling

Dalam garis besarnya ada dua macam sampling yaitu :

  1. Probabliti sampling  yaitu memberi kemungkinan yang sama bagi setiap unsure populasi untuk dipilih.
  2. Non probability sampling yaitu yang tidak memberi kemungkinan yang sama bagi setiap unsure populasi untuk dipilih.

Probablity sampling , yang termasuk di dalamnya adalah (1) simple ramdom sampling atau sampling acakan yang sederhana , (2) proportionate stratified random sampling atau sampling acakan secara proposional menurut sertifikasi (3) disproportionate stratified random sampling  atau sampling acakan secara tak proporsional menurut stratifikasi dan (4) area atau chaster sampling yaitu sampling menurut daerah atau pengelompokan.

Sampling yang paling sering dilakukan ialah (1) random sampling (2) stratified sampling (3) jugmental atau puproposive sampling.

Sampling Acakan

Istilah acakan atau random menimbulkan kesan seakan-akan cara ini dilakukan dengan cara sembrono. Kelemahan sampling acakan ialah karena sukar adakalahnya tidak mungkin memperoleh data lengkap bahkan keseluruhan populasi itu.

Sampling acakan sederhana dilakukan dengan cara (1) undian (2) menggunakan table (3) menggunakan computer.

Samplin Acakan dengan stratifikasi, yaitu penggolongan menurut ciri, keuntungan sampling acakan secara proporsi berdasarkan stratifikasi ialah bahwa sampel yang diperoleh lebih representative dari pada sampel yang diperoleh dengan sampling acakan yang sederhana.

Sampling Acakan Tak Proporsional Berdasarkan stratifikasi.

Sampling ini  kira-kira sama dengan sampling stratifikasi bedanya ialah bahwa proporsi sub kategori – sub kategorinya tidak didasarkan atas proporsi yang sebenarnya dalam populasi.

Sampling Daerah

Bila populasi tersebar disuatu daerah seperti Negara, provensi, kabupaten,kota, kecamatan dan sebagainya. Maka sampling dapat dilakukan berdasarkan daerah. Sampling daerah mempunyai keuntungan, sampling seperti sesuai dengan peneliti yang melibatkan populasi yang besar., yang tersebar di daerah yang luas, pelaksanaannya lebih mudah dibanding metode sampling yang lain, biayanya lebih murah pula karena sample sudah terpusat pada daerah yang terbatas ,

Kelemahannya ialah bahwa jumlah individu dalam tiap daerah pilihan tidak sama misalnya daerah kota dibanding daerah pertanian.

Non- Probabliti Sampling

Adakalanya kita tidak melakukan  probability sampling, jadi tidak menggunakan metode acakan yang memberi kemungkinan yang sama bagi setiap populasi untuk dipilih sehingga dapat diambil kesimpulan atau generalisasi yang berlaku untuk keseluruhan., yang termasuk non-probablity non sampling antara lain sampling (1) sistimatis , (2) sampling kuota (3) sampling aksidental (4) purposive sampling (5) saturation sampling  (6) snowball sampling.

Sampling sistimatis

Sampling sistimatis yaitu memilih sampel dari suatu daftar menurut urutan tertentu, misalnya setiap individu yang ke-10 atau ke-15 atau ke-n, daftarnya dapat berupa perkumpulan buruh buku telepon, kata-kata dalam kamus, daftar pegawai kantor, daftar murid atau mahasiswa dan sebagainya.

Caranya :

–          Tentukan besar sampel yang diinginkan

–          Selidikijumlah populasi

–          Untuk menarik nama cabut satu nomor secara acakan

–          Lakukan variasi..

keuntungannya adalah mudah dalam pelaksanaannya dapat cepat diselesaikan, kelemahannya ialah bahwa individu yang berada diantara kesekian dan kesekian dikesampingkan sehingga cara ini tidak sebaik sampling acakan.

Sampling Kouta

Sampling kouta adalah metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu  dalam jumlah atau kouta yang diinginkan . Keuntungan metode ini dilaksanakannya muda, murah dan cepat sedangkan kelemahannya ialah kecendrungan memilih orang yang muda didekati bahkan yang dekat kepada kita yang mungkina ada biasnya dan memiliki ciri yang tidak dimiliki populasi dalam keseluruhannya.

Sampel Aksidental

Sampel yang diambil yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada, metode ini sangat muda, murah dan cepat untuk dilakukan.

Proposive Sampling

Dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peniliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel itu .  Keuntugannya sampel itu dipilih sedemikian rupa sehingga relevan dengan desain penelitian., kelemahannya bahwa tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa sampel itu representative seperti halnya sampel acakan atau random.

Snowball Sampling

Dalam sampling ini dimulai dari kelompok kecil yang diminta untuk menunjuk kawan masing-masing , kemudian kawan-kawan ini diminta untuk menunjuk kawan masing-masing kemudian kawan-kawan itu menunjukkan kawan masing-masing pula. Kelemahannya bahwa dalam penentuan kelompok bermula ada unsure subyektif jadi tidak dipilih secara random.

Sampling Jenuh dan Padat

Sampling itu dikatakan jenuh (tuntas) karena seluruh populasi dijadikan sample .

Pertimbangan-pertimbangan Memilih Sampling

  1. Tujuna penelitian
  2. Pengetahuan tentang Populasi
  3. Kesediaan untuk menjadi populasi
  4. Jumlah biaya yang tersedia untuk penelitian
  5. Besar populasi
    1. Fasilitas yang tersedia seperti computer.

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: