//
you're reading...
Berita Unik

Gandrang Bulo Antara Budaya Dan Musyrik

Gandrang bulo, adalah budaya Makassar, dulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak pada momen-momoen tertentu, seperti jika ada pesta-pesta.  Anak-anak bergembira ria dengan berbagai permainannya.  Kini permainan ini dijadikan sebagai sarana hiburan terutama jika ada  pesta-pesta perkawinan.  Gandrang bulo, sudah sering menjadi duta kebudayaan mewakili Indonesia ditingkat Internasional dalam pestival-pestival internasional.  Dalam permainan ini, yang paling menarik  dan tidak biasa adalah para pemainnya memainkan api, sambil membakar dirinya dengan api ,diiringi dengan lagu khas makassar, mereka menari dan pada puncaknya salah salah satu penari digotong kemudian dibakar dengan suluh, anehnya para penari ini tidak merasakan panas api dan tidak mempang sama sekali, bahkan penontonpun biasanya  ikut menjadi panas sehingga terkadang ada maju untuk disuluh dengan api, tetapi mereka juga tidak merasakan panasnya api.  Secara alamiah api adalah benda panas dan dapat membakar, dan merupakan fitrahnya yang sudah ditetapkan oleh Allah, tetapi fitrah ini dapat berubah ketika yang mengadakan api itu sendiri menghendaki, seperti yang terjadi pada diri Nabi Ibrahim as, ketika di bakar oleh penguasa yang zalim,Raja Namrud, hal ini disampaikan oleh dalam Al-qur’an Kami berfirman:

Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS.Al-Biya’:69)

Peristiwa yang terjadi pada diri Nabi Ibrahim ini merupakan keajaiban sekaligus merupakan mu’jizat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim.  Hal ini dapat diterima oleh Aqidah karena itu bagian dari keimanan kepada seorang Nabi dan Rasul.  Lalu bagaimana dengan yang terjadi pada penari gandrang bulo, yang tentu kedudukannya bukan seorang Nabi apalagi seorang Rasul.  Rupanya kekuatan di dunia ini dapat juga diperoleh dari bukan Allah, seperti kekuatan sihir yang melawan Nabi Musa yang punya kekuatan mu’jizat dari Allah, sehingga jika kekuatan ini diperoleh bukan dari ALlah maka otomatis bisa saja kekuatan itu berasal dari bantuan jin. Penulis pernah mewawancarai salah seorang anggota gandrang bulo (Mu. Rais), saya tanyakan bagaimana caranya memperoleh kekuatan supaya tidak terbakar, dia mengatakan bahwa ia pernah dikubur layaknya seorang yang sudah mati, tidak makan tidak minum, hanya bedanya ia diberi saluran pernapasan ke udara, menurut dia setelah menjalani prosesi seperti orang mati itulah ia memperoleh kekuatan.  Tentu kalau ini benar itu berarti praktek ini telah mengarah kepada mistik yang sangat kental sehingga di dalam Islam ini dapat merusak aqidah kita. Allahu A’lam bissawab !


About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: