//
you're reading...
Artikel

Paradigma Baru Pondok Pesantren

Pesantren adalah salah satu lembaga Islam yang dimiliki oleh  ummat Islam , sampai sekarang masih bertahan dan masih menjadi tempat dambaan sebagian orang tua untuk menitipkan anak-anaknya guna mendapatkan pendidikan agama Islam, yakni membina aqidah, ibadah, akhlak dan keterampilan lain.

Pesantren sekarang sudah memiliki para digma  yang berbeda  dengan pesantren masa  dahulu, Kalau pesantren dahulu hanya mungkin berkutat pada pesoalan agama saja dengan membaca kitab-kitab terdahulu, seperti kitab-kitab kuning atau kitab-kitab gundul, sehingga anak-anak santri nyaris tidak mendapatkan pendidikan umum yang diperlukan untuk  keperluan pendidikan lanjutan, sehingga terkadang alummninya begitu selesai ada yang langsung menjadi tenaga muballigh saja, atau tenaga lain yang sangat tidak bisa bersaing dengan anak-anak yang  disekolah umum, terutama bersaing di masuk diperguruan tinggi.  Paradigma pesantren sekarang terutama pesantren yang berada di bawah naungan Muhammadiyah seperti ” Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara” .  Pada pondok ini pembelajaran diseimbangkan antara pendidikan agama dengan pendidikan  Umum, seperti  ilmu piqih, aqidah akhlak, sejarah kebudayaan Islam,  bahasa arab, nahu-syaraf, diseimbangkan dengan  ilmu-ilmu umum seperti, Fisika, kimia, biologi, sejarah, ilmu komputer dll , sehingga anak-anak pondok diharapkan mampu menjadi kader yang  menguasai ilmu-ilmu agama juga ilmu umum, sehingga mereka diharapkan dapat  lebih unggul dibanding dengan anak-anak yang tamat dari sekolah umum.

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: