//
you're reading...
Artikel

Yang Merusakkan Amal

Tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk ibadah kepada allah, dari ibadah yang kita lakukan dengan baik maka kita berharap mendapatkan pahala di sisi Allah swt. Harapan ini tentu menjadi tumpuan buat kita selaku hamba Allah yang insya Allah akan berusaha beribadah sampai akhir hayat kita.

Persoalanyan di antar kita ada yang tidak menyadari bahwa disampin amal yang kita kerjakan ada beberapa hal yang dapat merusaknya, untuk itu kita harus mampu menjaganya, bagaikan seorang petani yang telah menanam tanaman di kebunnya, setelah mereka menanamnya, bukan  hanya menunggu hasil panen dengan tinggal onkang-ongkan kaki tampa menjaganya, ia harus menyiraminya, memagarinya dari gangguan hewan dan binatang yang dapat menjadi hama,  supaya tanamannya dapat menghasilkan sehingga kelak di kemudian hari ia dapat memetik hasilnya, begitu pula bagi seorang muslim harus mampu menjaga amalan yang dikerjakan agar tidak dirusakkan oleh hama amal. Inilah firman Allah yang mengingatkan kepada kita agar senang tiasa memeriksa kembali  apa yang telah dikerjakan pada masa yang lalu “ wahai orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap pribadi merenunkan apa yang telah ia kerjakan pada waktu yang lalu, untuk masa yang akan datang bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Alhasr:18). Ayat ini mengingatkan kepada kita agar orang yang belum berbuat amal agar memikirikan dan menimbang apa yang dikerjakan, sedangkan bagi orang yang beramal agar kiranya disamping dia menimbang antara dosa dan amal yang dikerjakan dia harus pula memperhatikan apa- apa yang  yang dapat merusak amalnya.

Diantar yang dapat merusakkan amal adalah :

1. Niat yang salah

Niat adalah hal yang sangat menentukan diterima ditolaknya amal seseorang, sampai-sampai ketika Rasululah saw melakukan hijrah beliau bersabda : Barang siapa yang hijrah karena Allah dan rasulnya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul dan barang siapa yang hijarah karena urusan dunia atau karena adanya wanita yang ingin dinikahi maka itu pula yang diperolehnya, sesunggunya segala sesuatu bergantung kepada niatnya.  oleh karena itu niat yang salah yakni melakukan ibadah bukan karena ALlah maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa dari Allah kecuali apa yang diniatkannya.

2. Tidak mengikuti Rasul

Dalam ibadah kepada ALlah terutama  menyangkut tentang ibadah mahdah (ibadah khusus) maka yang harus menjadikan patokan adalah Rasululah saw, kecuali ibadah am (mua’amala) , menurut kaidah uzul, bahwa menyangkut ibadah mahdah kerjakan selama masih ada perintahnya, jika tidak tidak ada perintahnya  jangan coba-coba, sedangkan menyangkut ibadah am kerjakan saja selama tidak ada larangan, jika ada larangan jangan coba-coba untuk kerjakan.  Orang yang berani melakukan ibadah tetapi ditambah atau dikurangi maka  amalanya akan ditolak atau rusak inilah salah satu makna hadits ” barang siapa yang mengerjakan amal , yang di dalamnya tidak ada perintahnya maka amalan tertolak”. Bahkan orang yang berani membuat-buat hal yang baru yang berkaitan dengan ibadah khas diancam oleh Rasul dengan api neraka. Dalam hadits Rasulullah Saw bersabda:ketahuilah sebaik-baik kisah adalah Al-quraan, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Nabi, sejelek-jelek urusan adalah urusan yang dibuat-buat,setiap yang dibuat adalah bid’ah setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempat nya adalah Neraka. Oleh karena itu bagi kita yang ahli ibadah hatilah terhadap bid’ah ini,jangan sampai justru ibadah kita yang menyebabkan kita masuk neraka , nauzubillahi minzalik!

3. Riya’ annas

Riya’annas adalah orang yang mau mendapatkan prestise atau pujian dari orang lain karena ibadah atau amalan yang dikerjakan. Orang riy’a ini senang ketika orang lain memujinya.  Orang yang riya’ sesungguhnya sudah melakukan musyrik kecil bahkan Allah berfirman dalam surah Al-maun ” bahwa kecelakaan besarlah bagi orang yang shalat yaitu orang yang lalai dalam shalatnya dan orang yang  riya’ terhadap manusia.

4. Syiri kepada Allah

Syirik kepada Allah adalah menduakan Allah, baik dalam keyakinan, penyembahan atau permintaan dll, padahal dalam Alqur’an surah Al-ihklas 1-3 Allah berfirman :”Katakanlah Allah itu esa, Allah tempat bergantung segala sesuatu , ia tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak yang sekupu dengan Dia sekalipun satu”. Orang yang menyembah selain Allah atau memohon atau berdoa selain kepada Allah maka orang inilah yang disebut musyrik. Orang yang musyrik kata Allah akan tertolak amal yang dikerjakan.

5. Banyak menyakiti orang lain!

Dalam sebuah hadits, Rasul pernah bertanya kepada sahabatnya ” tahukah kamu orang yang bangkrut?, sahabat menjawab orang bangkrut adalah orang yang berdagang kemudian merugi bahkan modalnyapun habis, Nabi lalu menjawab: bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang banyak amalnya di dunia ini, tetapi nanti diakhirat habis amalnya, kenapa karena satu persatu orang yang pernah disakiti datang mengadu kepada Allah, ya Allah sifulan ini pernah menyakiti saya, maka Allah lalu memerintahkan agar membayar orang itu dengan pahalanya, akhirnya habis pahalanya digunakan untuk membayar tetapi orang yang datang mengadu belum habis, sehingga Allah menyuruh agar dosa orang itu dibebankan kepada orang tadi, inilah katanya orang yang bangkrut, yakni orang yang kehabisan amal karena membayar kesalahan yang dilakukanx ketika hidup di dunia ini.

6. Sering menyebut-nyebut amal kebaikan yang dikerjakan

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: