//
you're reading...
Artikel

Setitik Nila Merusak Susu Sebelanga

Suatu titik  atau noda yang berada ditengah-tengah kain puti akan cepat sekali kelihatan, bahkan nokta ini sangat nyata sekali. Begitulah peribahasa mengatakan karena nila maka rusak susu sebelanga.

Gambaran inilah yang menunjukkan betapa ketika sesorang melakukan kesalahan atau perbuatan dosa maka biasanya kebaikan yang selama ini ditaburkan dapat terbaikan atau terlupakan  bahkan tidak tidak perhitungkan orang , yang teringat hanyalah kesalahan orang itu.  Beitupula apabila ada oknum  dalam suatu korps atau kelompo masyarakat melakukan kesalahan atau membuat onar , maka biasa lalu kemudian masyarakat memukul rata bahwa korps atau masyarakat itu sudah rusak, pada hal tidak semua anggota korps  atau kelompok masyarakat itu rusak, mungkin masih lebih banyak yang baik dibanding dengan yang sering melakukan kejahatan atau kerusakan. Contoh jika ada oknum tentara atau polisi yang melakukan kejahatan masyarakat lalu mencap bahwa tentara atau  polisi tidak baik, padahal masih lebih banyak polisis atau tentara yang baik, jika ada anggota DPR yang melakukan kesalahan lalu kemudian masyarakat mengatakan anggota DPR itu jelek, padahal masih lebih banyak anggota DPR yang memang berjuang untuk kepentingan masyarakat dari pada untuk kepentingan diri dan keluarga atau partainya.

Nasib ini pula yang dialami oleh para Mahasiswa Makassar, mulai dari S1 sampai S3 , secara  keseluruhan  mereka sudah dicap kurang beradab, cendrung anarchis sehingga sudah banyak isntansi-instansi baik negeri maupun swasta yang tidak mau lagi menerima Alumni dari  perguruan tinggi di Makassar, padahal hanya segelintir mungkin mahasiswa yang anarkis atau kurang beradab itupun biasanya hanya terprovokasi dengan orang-orang yang memiliki keinginan untuk mengacaukan kampus-kampus yang sangat berperan mencetak generasi akan menjadi sumber daya manusia yang kelak sangat di tunggu oleh negaranya.

Kalau ini adalah semacam hukuman dari masyarakat, kepada sekelompok masyarakat atau korps maka kita tidak boleh juga kita mengatakan masyarakat salah, karena begitulah sunnatullah.  Ini pula yang pernah di keluhkan oleh Nabiullah Sulaiman  As, “ Ya Allah mengapa jika engkau menghukum suatu kaum semuanya kena, padahal ada di antara mereka orang-orang yang baik., Lalu Nabiullah Sulaimana disuruh oleh Allah beridir di dalam semak-semak, tidak lama kemudia mulailah naik semut-semut ke betis Nabi Sulaiman, begitu ada yang menggigit maka semua semut  yang naik ke betis Nabi Sulaiman di sapu, lalu Allah  menegur eh seulaiman mengapa kau sapu semua padahal tidak semua menggigitmu,begitulah aku kata Allah.

Disinilah pentingnya kita saling menasehati, saling menjaga agar tidak cendrung  melakukan kejahatan karena ketika ada diantara kita melakukan kejahatan  diantara kita maka yang akan menerima akibatnya bukan saja orang yang melakukannya, tetapi semuanya kena.

Firmana Allah:

“Takutlah Engkau akan  azab Allah yang tidak hanya akan  ditimpakan kepada orang zalim saja di antara kamu”

About nurdinmappa

im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: