//
you're reading...
AIK IV

Shalat Fardhu

SHALAT FARDHU

  1. Pengertian Shalat

Asal makna shalat menurut bahasa Arab adalah doa, tetapi yang dimaksud disini adalah ibadat yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan .

Firman Allah swt.

Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29 :45)

  1. Syarat, Rukun dan Wajib Shalat

Syarat –Syarat Wajib Shalat  lima Waktu

  1. Islam
  2. Suci dari hadats dan Najis
  3. Berakal
  4. Balig
  5. Telah sampai dakwah kepadanya
  6. Melihat atau mendengar
  7. Jaga

Syarat Sah Shalat

  1. Suci ari hadats besar dan hadats kecil
  2. Suci badan , pakaian dari Najis
  3. Menutup aurat
  4. Mengetahui masuknya waktu shalat
  5. Menghadap kiblat

Rukun Shalat

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang kuasa
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca surah alfatiha
  5. Ruku’ dengan tumakninah
  6. I’tidal serta tumakninah
  7. Sujud dua kali dengan tumkaninah
  8. Duduk diantara dua sujud
  9. Duduk Akhir
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca slawat atas Nabi Muhammad saw
  12. Memberi salam yang pertama (ke kanan)
  13. Menertibkan rukun
  1. Tata Cara Shalat Fardhu
    1. Mulailah dengan mengankat tangan sambil membaca takbir niatnya ihlas semata-mata karena Allah .
    2. Angkat tangan sejurus bahumu mensejajarkan ibu jari dengan telinga
    3. Letakkan tangan kananmu pada punggung telapak tangan kirimu di atas dadamu.
    4. Lalu bacalah doa iftitah
    5. Lalu mohonlah perlindungan kepadaAllah dengan membaca Auzubillahi minasyaithani rajim
    6. Membaca bismlillahirrahmanirrahim
    7. Membaca Fatihan
    8. Membaca surah
    9. Kemudian angkatlah tanganmu seperti takbir permulaan
    10. Lalu rukulah dengan bertakbir seraya meratakan punggungmu,  dengan lehermu,memegang lututmu sambil membaca doa : Subhananka allahumma rabbana wabihamdika allahumgafirli
    11. Kemudian angkat kepala untuk iftidal, dengan mengankat kedua belah tangan seperti ketika takbiratul ihram
    12. Berdoalah dengan membaca  “ sami’allahu liman hamidah, dan setelah lurus membaca Rabbana lakalhamdu., lalu sujud
    13. letakkanlah kedua lututmu dan jari kakimu di atas tanah, lalu kedua tanganmu, kemudian dahi dan hidungmu (23) dengan menghadapkan ujung jari kakimu ke arah Qiblat serta merenggangkan tanganmu daripada kedua lambungmu dengan mengangkat sikumu (24). Dalam bersujud itu hendaklah kamu berdo’a: “Subha-nakalla-humma rabbana- wa bihamdikalla-hummaghfirli.” (25) atau berdo’alah dengan salah satu do’a daripada Nabi saw. (26). Lalu angkatlah kepalamu dengan bertakbir dan duduklah tenang dengan berdo’a: “Alla-hum maghfirli- warhamni- wajburni- wahdini- warzuqni-” (27). Lalu sujudlah kedua kalinya dengan bertakbir dan membaca “tasbih” seperti dalam sujud yang pertama. Kemudian angkatlah kepalamu dengan bertakbir (28) dan duduklah sebentar, lalu berdirilah untuk raka’at yang kedua dengan menekankan (tangan) pada tanah (29)
    14. Dan kerjakanlah dalam rakaat yang kedua ini sebagaimana  dalam raka’at yang pertama, hanya tidak membaca do’a iftitah (30). Setelah selesai dari sujud kedua kalinya, maka duduklah di atas kaki kirimu dan tumpukkan kaki kananmu serta letakkanlah kedua tanganmu di atas kedua lututmu. Julurkanlah jari-jari tangan kirimu, sedang tangan kananmu menggenggam jari kelingking, jari manis dan jari tengah serta mengacungkan jari telunjukmu dan sentuhkan ibu jari pada jari tengah (31). Duduk ini bukan dalam raka’at akhir. Adapun duduk dalam raka’at akhir maka caranya memajukan kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dan dudukmu bertumpukan pantatmu (32) Dan bacalah tasyahud begini “attahiyya-tu lilla-h washshalawa-tu waththayyiba-t, assala-mu ‘alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatulla-hi wa baraka-tuh. Assala-mu ‘alaina wa ‘ala- ‘iba-dilla-hish sha-lihin. Asyahadu alla- ila-ha illalla-h wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu- wa rasu- luh (33)
  2. Bacaan Shalat

1. Doa Iftitah

2. Tauz dan Bismillah

    3. Surah Alfatiha

      4. Ta amin

        5. Tasbih dalam ruku’

          6. Tasbih dalam iftidal

            7. Tasbih dalam sujud

              8. Doa antara dua sujud

                9. Bacaan tasyahud

                    10. Bacaan Syalawat

                    11. Doa tsyahud awal dan akhir serta salam

                      D. Shalat Jum’at

                      Dasar  , QS Al-jum’ah : 8-11

                      Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan”.

                      Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.

                      Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

                      Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik pemberi rezki.

                      1. Sunnat Shalat Jumat

                      –          Mandi sebelum berangkat

                      –          Memakai harum-haruman

                      –          Memakai pakaian yang bersih

                      –          Shalat sunnat sebelum shalat jumat

                      1. Tata Cara Shalat Jumat

                      –          Mulai dengan Azan

                      –          Khatib Naik ke mimbar

                      –          Khatib memberi salam

                      –          Khatib duduk sejenak

                      –          Muazin melalukan azan

                      –          Khotib melanjutkan khotbahnya sampai selesai

                      –          Qamat

                      –          Shalat berjamaah dengan dua rakaat.

                      E. Shalat Jamak  dan Qashar

                      Shalat jamak adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu, misalnya shalat dhuhur dan Ashar, dikerjakan pada waktu dhuhur yang disebut shalat jamak takdim atau dilakukan pada waktu shalat ashar disebut shalat jamak takhir,

                      Shalat Qashar adalah memendekkan jumlah rakaat shalat misalnya shalat  dhuhur empat rakaat dijadikan dua rakaat , selain subuh dan magrib.

                      Shalat jamak dan qashar dapat dikerjakan sekligus, artinya shalat dapat dijamak sekaligus dapat di qasahar.

                      Syarat shalat dapat dijamak atau diqashar adalah jika kita melakukan perjalanan jauh atau mushafir.

                       

                       

                       

                      About nurdinmappa

                      im teacher from boarding School darul Arqam Gombara Makassar

                      Diskusi

                      Belum ada komentar.

                      Tinggalkan Balasan

                      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                      Logo WordPress.com

                      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                      Gambar Twitter

                      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                      Foto Facebook

                      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                      Foto Google+

                      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                      Connecting to %s

                      %d blogger menyukai ini: